aku tertunduk dan menangis saat mendengar kata2nya,
"dasar sampah, betapa indahnya dulu kulihat dirimu, bagaikan malaikat cantik yang turun dari langit,
sekarang dimataku kau hanya kotoranku, kotoran singa, tidak berguna dan menyebarkan bau tak sedap..pergi kau dari wilayahku atau aku akan menerkammu!!!!!!!!"
***
"dasar sampah, betapa indahnya dulu kulihat dirimu, bagaikan malaikat cantik yang turun dari langit,
sekarang dimataku kau hanya kotoranku, kotoran singa, tidak berguna dan menyebarkan bau tak sedap..pergi kau dari wilayahku atau aku akan menerkammu!!!!!!!!"
***
wanita berbaju hijau yang memakai bulu merak diatas kepalanya berdiri didepanku sambil memegangi sebuah kelapa.
aku terbangun dari tidurku, menyadari bahwa aku tidak lagi berada diatas sana, ditempat penuh kebahagiaan,
dimana aku tidak bisa merasakan sakit, mual panas, dingin,dan takut akan petir.
sekarang aku berada ditempat yang sangat asing, ada matahari dikala siang, dan ada bulan dikala malam. terkadang hujan disertai petir, hal yang paling menakutkan untukku.
aku terbangun dengan kepala yang terasa berat, aku tidak tahu kutukan apa ini, peri jahat mana yang mengutukku seperti ini..rasanya aneh..
"slamat pagi nona manis, bagaimana keadaanmu sekarang?"
"kau sudah tertidur selama dua hari, kami menemukanmu dipinggir sungai.."
"kami??siapa kami??siapa kau??apa yang terjadi"
"kau tahu, sekarang kau berada di sebuah pulau, pulau rahasia yang tidak pernah manusia datangi selain kami.."
"pulau??apa itu pulau??bisa kau jelaskan bagaimana aku bisa berada ditempat ini?"
"sperti yang tadi kubilang, kau berada di tempat kami, nikmatilah waktumu nona..."
"kepalaku terasa berat, aku yakin ini adalah perbuatan Makiza, peri jahat itu.."
""ahahaha...tidak nak, kepalamu terbentur batu dan berdarah waktu kami menemukanmu, dan kau tertidur selama 2 hari, itulah yang membuatmu pusing.."
aku mengerti sekarang, dan aku ingat semuanya sekarang,
aku sama sekali tidak menyesal melakukan hal itu sehingga aku dikirim ketempat ini..
Tizeas, adalah tempat tinggalku dulu, tempat yang penuh dengan keteraturan dan kedamaian..
kini aku dilempar ketempat ini, entah tempat apa ini..pulau??apa itu pulau?
saat itu aku keluar dari tumpukan kain merah besar yang disanggah dengan banyak bambu hingga membentuk seperti rumah..
kulihat banyak orang sedang melakukan hal-hal aneh, di sebuah taman yang bentuknya sangat rapih, bahkan sangat rapih penuh dengan sayuran. aneh...mereka memegang sebuah kayu dengan besi melebar diujungnya, entah untuk apa benda itu, mereka menggunakannya untuk menggali tanah itu...mereka terlihat sangat kelelahan dibawah matahari yang terik..
berbeda sekali dengan rumahku, disana tidak pernah ada orang yang bekerja seperti itu untuk menghasilkan sebuah tanaman, disana sangat subur, buah2an dan sayur2an tumbuh dimana-mana untuk kami nikmati, yang harus kami lakukan dirumah adalah bersyukur atas apa yang telah kami terima kepada sang ratu.
disana juga kami tidur makan dan melakukan banyak hal dialam terbuka, bukan di dalam tumpukan kain yang disanggah bambu seperti disini, anehhhh..
sekali lagi aku katakan bahwa aku tidak menyesal telah dikirim oleh sang ratu ketempat ini..
setelah aku sadar bahwa aku memang bukan salah satu dari mereka, sang ratu dan dayang2nya beserta semua peri-peri cantik disana berharap agar aku bisa menjadi seperti mereka,
aku memang ingin sekali menjadi seperti mereka, dan yang tidak sama aku lakukan dengan mereka adalah aku tidak pernah berterima kasih kpeada sang ratu atas apa yang telah kuterima..setidaknya itulah anggapan mereka terhadapku, beberapa kali aku berterima kasih kepadanya, tapi entah apa yang dipikirkannya, mungkin aku bukan salah satu peri cantik yang bisa memuaskan ratu singa itu. terkadang aku merasa kurang ajar kepadanya, tetapi tidak banyak yang bisa kulakukan untuknya, dia menerima ku di tempat terindah ini.. aku berusaha mengumpulkan berlian sebanyak-banyaknya untuk menaikanku sebagai peri bersayap ungu, bukan lagi merah muda... itu merupakan hal yang paling dinantikan oleh semua peri di sini.
"takkkkk..", sebuah batu terlempar kekakiku sehingga menyadarkanku dari bayangan itu,
"bagaimana keadaanmu??", tanya salah seorang dari mereka kepadaku.
"mmm..baik, maaf aku belum bisa membantu kalian saat ini.."
"tidak apa-apa..NIKMATILAH WAKTUMU.."
Saat itu aku tersadar,
"apa yang bisa kukumpulkan disini??berlian yan gsudah kukumpulkan akan terbuang percuma jika aku tidak kembali kesana..aku tahu disini juga aku bisa hidup, tapi sampai mana??apakah menggali tanah seperti itu dan menghasilkan sayur mayur yang setiap hari habis dimakan oleh semua makhluk disini..apakah itu yang akan kulakukan setiap hari??"
"mengapa sang ratu tega melemparku kedunia fana ini?disaat sayapku yang merah muda itu hendak berubah, lalu untuk apa berlian yang sudah kukumpulkan selama ini??ahh..lagi lagi pertanyaan itu.."
"aku tahu..sang ratu telah mengembalikanku ke asalku, ke dunia fana ini..setelah sekian lama aku sudah berusaha, dan sekalinya aku terjatuh aku menganggapku tak berguna dan melemparku kedunia fana ini....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar