Mengenai Saya

Foto saya
so many wish, but all of those haven't come true yet. just keep walk to my true north.

Rabu, 17 Desember 2008

Ransel Kecil

tuhan pilih kasih…

kenapa Tuhan memberiku ruang yang gelap?sangat gelap..padahal aku takut gelap. sedangkan mereka, ruang mereka memang gelap, juga sangat gelap, tapi setidak tidaknya ada orang tersayang yang menemani mereka. aku.. hanya ransel kecil ini yang menemani, apakah isinya cukup untuk memenuhi kebutuhanku?

Tuhan hanya sayang mereka.. kenapa Tuhan meletakkanku di lapangan luas ini. ini terlalu dingin, terlalu hampa. apakah tidak ada tempat yang sesuai dengan keinginanku? Sedangkan mereka, Tuhan juga meletakkan mereka dilapangan yang luas ini, tapi setidak tidaknya mereka masih bisa menikmati indahnya sinar bulan, rumput yang basah, dan suara jangkrik. aku.. hanya ransel kecil ini yang menemani..apakah isinya cukup untuk memenuhi kebutuhanku?

Tuhan tidak adil.. kenapa Tuhan tidak memberi jalan lebar untukku?jalanku sempit sekali, sedangkan mereka, jalan mereka memang tidak lebar, tapi setidaknya mereka masih bisa menghirup udara segar. aku.. hanya ransel kecil ini yang menemani..apakah isinya cukup untuk memenuhi kebutuhanku?

ada apa denganku saat itu? mengapa aku menghujat Tuhan?apa benar Tuhan tidak adil padaku? atau, apakah aku sendiri yang tidak mau menikmati keadaan sekitarku?

ruang yang gelap itu.. apakah benar aku sendirian?atau, ada orang yang mempedulikanku, menyayangiku, menemaniku, tapi aku tidak menyadari kehadiran mereka? sebenarnya ruang itu tidak terlalu gelap. aku saja yang menutup mataku. ruang itu memang agak gelap. seandainya aku membuka mata.. pasti tidak akan segelap itu.

lapangan luas itu.. tempat yang kurasa sangat hampa..apakah benar sehampa itu?tapi mengapa mereka bisa menikmati cahaya bulan, rumput basah, dan suara jangkrik. ah… betapa bodohnya aku..saat itu aku hanya menutup telinga, sehingga aku tidak dapat mendengar suara jangkrik di malam hari. dan tanganku, aku terlalu sibuk menggunakan tanganku untuk menutup telinga, sehingga aku tidak dapat menyentuh rumput basah. bulan yang indah itu..masih saja aku menutup mataku, padahal semestinya aku bisa menikmati indahnya..tapi aku tak mau..

jalan sempit itu.. rasanya sesak Tuhan..kenapa Tuhan memberiku jalan sempit ini?coba lihat ke atas, jalan mereka lebih lebar dari jalanku. mungkin bisa dibilang..ini bukan jalan, ini hanya sebuah gang yang sangat kecil. tapi, betapa jahatnya aku, kenapa selama aku berjalan di gang sempit ini aku tidak pernah menoleh ke belakang?baru kali ini aku menoleh.. mereka yang dibelakangku..ternyata bukan hanya gang sempit yang mereka lalui. tapi mereka juga membawa banyak kantong besar, entah apa isinya, tapi itu terlihat sangat berat. di gang sempit ini?sedangkan aku, setidaknya aku hanya membawa ransel kecil ini. bagaimana jika aku membawa kantong-kantong besar seperti itu?

*ingin marah rasanya..tapi marah kepada siapa? memangnya dengan marah bisa membuat ruang gelap ini menjadi terang?mengapa aku tidak membuka ransel kecilku?mungkin saja didalamnya ada lilin. jadi lilin itu bisa kugunakan untuk menerangi ruang gelap ini. bahkan bisa kubagikan pada mereka yang ada diruang gelap lainnya.mungkin dari situ aku tidak merasa sendiri lagi. mengapa aku tidak membukanya lebih awal. setelah kunyalakan lilinku, kulihat beberapa diantara mereka..raut muka yang sangat ketakutan..aku terenyuh melihatnya.. Oo..jangan2..mereka juga melihat raut wajahku seperti itu..ah, tidak, aku tidak mau seperti itu, aku tidak mau dikasihani..aku tidak boleh takut.. bodoh..seandainya saja kubuka lebih awal ransel kecilku, mungkin tidak seperti ini jadinya.

*ingin lari rasanya..tapi lari kemana?lapangan ini terlalu luas..memangnya sampai mana aku bisa berlari dilapangan luas ini. ujungnya saja aku tidak melihat, apalagi menggapainya. kenapa aku harus berlari?kenapa aku tidak membuka mata dan telingaku, sehingga aku bisa menikmati keadaan sekitarku.seperti mereka yang dengan nyamannya menikmati indahnya malam hari. walaupun disini sangat dingin. oh ya…ransel kecilku, ternyata didalamnya ada beberapa potong kain, kenapa aku tidak memakainya untuk menghangatkanku?bahkan bisa kubagikan ke mereka yg juga kedinginan. bodoh..seandainya saja kubuka ransel kecilku lebih awal, mungkin semakin lengkap aku dapat menikmati indahnya malam hari.

*ingin menangis rasanya..tapi menangis untuk apa?apakah air mataku bisa menghanyutkanku ke jalan yang lebih lebar? mengapa tidak kulalui gang ini dengan senyum. walaupun sempit. lihat mereka yang diatas, o tidak..mereka terlalu nyaman dengan jalan itu.. bagaimana jika jalan mereka makin lama smakin sempit?untungnya aku sudah melalui jalan sempit ini..akan lebih mudah bagiku jika suatu saat aku harus melaluinya lagi. dan ransel kecil ini..bagaimana jika ransel yang kubawa terlalu besar.mungkin akan semakin sulit bagiku melewati gang ini.

ah…memang bodoh.. mengapa selama ini aku hanya mengeluh tentang keadaanku? padahal Tuhan sudah memberikan segalanya lebih dari cukup untukku,

Tuhan memberiku ransel kecil, yang hanya memuat sedikit bawaan saat itu..bagaimana jika Dia memberiku ransel besar, mungkin aku akan tinggi hati dan merasa bahwa aku memiliki segalanya..

Tuhan sudah memberiku ruang agak gelap saat itu, Ia ingin aku belajar untuk lebih membuka mataku lebar2, bukan menutup mata, sehingga aku bisa menyadari adanya orang-orang yang ada disekitarku yang memperhatikanku dan membutuhkan perhatianku.

Tuhan sudah meletakkanku di lapangan luas yang dingin saat itu, sehingga aku tergerak untuk membuka ransel kecil milikku, bahwa dengan ransel kecil itu aku sudah bisa menyelesaikan satu atau lebih masalahku, bahkan masalah orang lain.

Tuhan sudah memberiku jalan sempit itu, Ia ingin agar aku berjalan perlahan lahan, karena Ia akan memberiku jalan lebar pada waktunya, seandainya Tuhan memberiku jalan lebar dulu, mungkin aku tidak akan menoleh kebelakang dan melihat bahwa bukan hanya aku yang kesulitan melalui jalan ini. bahkan lebih sulit.

September 22nd, 2007

Ayahku Bilang


ayahku tidak pernah bilang,

"jauhi dia, dia bukan teman yang baik untukmu, dia tidak lebih dari duri dalam daging!dia telah merusak namamu!dia berkata kepada mereka tentang pernyataan yang menjatuhkanmu!sekarang dia sedang sibuk mencari perhatian dari orang lain, sehingga mereka meninggalkanmu! mereka jadi membencimu!ayah tidak menyangka bisa ada orang seperti itu!cukup sampai disini saja kau berhubungan dengan wanita itu!"

Ayahku bilang,

"be wise young lady..you need a friend like her..tidak cukup bagimu hanya berhubungan dengan teman yang baik, teman yang menyayangimu, teman yang sebenarnya teman. kamu juga membutuhkan dia, karena dia yang menguatkanmu. yang membantumu melihat kedepan, bahwa bukan hanya satu orang seperti itu yang akan kau temui. jangan benci dia, tapi kasihanilah dia. jangan menyumpahinya, tapi doakanlah dia.


September 25th, 2007